Kereta Cepat Jakarta-Bandung Resmi Diberi Nama Whoosh

 


Pemerintah akhirnya resmi memberikan nama Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Namanya Whoosh dan telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta pemangku kepentingan lainnya.

"Namanya adalah Whoosh, jadi kita bilang whoosh whoosh whoosh, Bapak Presiden, Pak Menteri, selalu ketika di dalam kereta itu selalu whoosh whoosh whoosh. Nama ini udah ditentukan," Ketua Tim Panel Sayembara Desain Identitas Jenama Kereta Api Cepat Indonesia Triawan Munaf dalam pengumumannya.

Baca Artikel : Bikin Penasaran! Intip Jeroan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dalam bahasa Indonesia, Whoosh merupakan singkatan Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal. Namun, nama ini juga merupakan Bahasa Inggris yang bisa diartikan ke dalam bahasa Indonesia.

"Whoosh dalam bahasa asing artinya cepat, kita perlu satu istilah yang bukan diterima secara lokal tapi juga internasional," lanjutnya.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang diberi nama Whoosh/Dok: KCIC

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim nama Whoosh pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung lebih bagus dibandingkan Shinkansen dari Jepang dan TGV Prancis.

"Bahkan kalau mau sombong sedikit dengan Shinkansen atau TGV lebih bagus ini (Whoosh) ya. It's ok. Kita perlu memberikan kebanggaan terhadap apa yang kita lakukan," ucap Budi.

Salah satu alasan kebanggaan terhadap kereta ini karena merupakan kereta cepat pertama di ASEAN. Ia menyebut proyek kereta cepat yang ada di negara tetangga Laos bukanlah kereta cepat.

Baca Artikel : War Tiket Gratis Kereta Cepat Dibuka Lagi, Catat Tanggalnya

"Kita bisa klaim Kereta Cepat ini tercepat di ASEAN, yang namanya kereta api cepat cuma di Indonesia. Karena di Laos itu 200 km/jam bukan yang cepat. Kita memang merencanakan dilakukan finalisasi 30 September selesai, lalu tanggal 1 itu digunakan," sebut Budi.

Dari sisi kecepatan, Whoosh mampu menempuh jarak tempuh dengan kecepatan yang tinggi.

"Sebagai informasi akan kereta cepat akan didemokrasikan 350 km/ jam, kami bersama Pak Menko Marves bisa sampai 380 km/jam," lanjutnya.

Wiji Nurhayat

Wiji Nurhayat - Blogger yang menyukai perkembangan perkeretaapian di Indonesia, maniak trading & investasi, serta badminton lover.

Posting Komentar

Thanks for reading! Suka dengan artikel ini? Please link back artikel ini dengan sharing buttons di atas. Thank you.

Lebih baru Lebih lama