Berkenalan dengan Lokomotif EMD GT38AC yang Disulap Jadi CC205 di Indonesia

 


Selain mendatangkan lokomotif CC206 dari pabrikan General Electric Transportation, Amerika Serikat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI juga memesan lokomotif CC205 dari perusahaan Progress Rail. Namun di luar sana, lokomotif CC205 memiliki identitas EMD GT38AC. Bagaimana penampakannya?

Progress Rail menyatakan telah menandatangani kontrak pengadaan lokomotif EMD GT38AC untuk KAI pada 2020 lalu. Progress Rail akan mendatangkan 36 unit lokomotif EMD GT38AC. 

Pada tanggal 25 Januari 2021, 5 dari total 36 lokomotif yang dipesan telah dikirimkan dari Pabrik Progress Rail yang terletak di Muncie, Indiana ke Pelabuhan milik Norfolk Southern di Lambert’s Point, Virginia yang terletak di Amerika Serikat melalui perjalanan KA NS 052.

Baca Artikel: Nostalgia KA Bangunkarta yang Dulunya Bernama Tebuireng

Lokomotif CC205 memiliki identitas EMD GT38AC/Dok: Progress Rail


Lokomotif yang di Indonesia dikenal sebagai CC205 ini akan menambah kekuatan 55 lokomotif yang sebelumnya telah tiba dari 2011 hingga 2014 lalu (50 unit dibeli dan 5 unit merupakan bonus). Seperti lokomotif CC 205 sebelumnya, lokomotif baru ini direncanakan akan digunakan untuk armada lokomotif KA batubara di Sumatera Selatan atau KA Babaranjang.

Dengan kedatangan 36 unit lokomotif baru ini, kedepannya KAI akan memiliki 91 unit CC205, melengkapi 55 unit CC205 yang telah ada sebelumnya.

Lokomotif EMD Seri Unggulan Progress Rail

Progress Rail mengklaim lokomotif EMD GT38AC merupakan produk unggulan yang paling tahan lama, andal, dan berkelanjutan. Lokomotif tersebut telah dirancang dan diproduksi untuk semua aplikasi rel komersial.

Progress Rail telah berhasil menjual 65.000 lokomotif bertenaga EMD® dan dikirim ke lebih dari 75 negara. Platform lokomotif EMD® GT-Series mencakup model GT38AC, GT42AC, dan GT46AC. 

Lokomotif ini mengintegrasikan mesin EMD® 710-Series bersama dengan teknologi traksi AC untuk memberikan efisiensi dan kinerja yang unggul untuk berbagai operasi. 

Lokomotif CC205 memiliki identitas EMD GT38AC/Dok: Progress Rail

Progress Rail mempelopori pengembangan traksi AC untuk lokomotif diesel-listrik pengangkutan berat, dan saat ini ribuan lokomotif AC EMD® beroperasi di seluruh dunia memberikan peningkatan kinerja.

Teknologi canggih Lokomotif Seri GT EMD® memberikan solusi produk utama untuk keselamatan, keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan, dengan lokomotif GT38AC, GT42AC, dan GT46AC memberikan solusi kereta api yang optimal dalam layanan di seluruh Amerika Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara. 

Selain di Indonesia, lokomotif bermesin EMD 8-710G 8 silinder turbocharger dan berteknologi AC-AC ini juga digunakan di Kongo. Tepatnya dengan operator KA Congo Ocean Railway.

Baca Artikel: KA Baturraden Ekspres Meluncur, Ini Rute, Jadwal dan Harga Tiketnya

Lokomotif CC205 memiliki identitas EMD GT38AC/Dok: Progress Rail


Fitur Lokomotif EMD GT38AC

Secara kasat mata, nyaris tidak ada perbedaan bentuk dasar antara lokomotif CC205 batch pertama, kedua, kompensasi, dan ketiga. Namun, jika dibandingkan dengan lokomotif CC205 batch pertama, kedua, dan kompensasi yang didatangkan pada tahun 2011, 2013, dan 2014, tampak beberapa perbedaan pada lokomotif CC205 batch ketiga ini. 

Pada lokomotif CC205 batch ketiga, terdapat komponen pendingin udara (Air Conditioner/AC) di atas kabin lokomotif CC205 batch ketiga ini. Tak hanya itu, apabila diperhatikan lebih teliti, terdapat perubahan bentuk pada knalpot lokomotif yang berbentuk persegi.

Baca Artikel: Komersialisasi Aset Jadi Bisnis Baru KAI untuk Dongkrak Pendapatan

Lokomotif CC205 memiliki identitas EMD GT38AC/Dok: Progress Rail


Berikut fitur lokomotif CC205 atau EMD GT38AC terbaru: 

  • Menampilkan engine 710 yang sangat andal dan hemat bahan bakar dengan sekitar 10.000 operasi di seluruh dunia
  • Menyediakan diagnostik tingkat lanjut
  • Menetapkan standar dengan interval perawatan minimal 92 hari
  • Aksesori Berpenggerak Inverter untuk penghematan bahan bakar
  • Aplikasi bogie semi-kemudi opsional
  • Layanan pemantauan dan diagnostik jarak jauh PR Uptime® opsional 
  • Sistem traksi AC lokomotif 
  • Mesin diesel 8-710
  • Jumlah As 6
  • Tinggi lokomotif 3,766 mm
  • Panjang lebih dari skrup 18,942 mm
  • Tenaga traksi 1,491 kW
  • Kecepatan maksimal 80 kph
  • Memulai traksi 475 kN
  • Traksi lanjutan 400 kN
  • Pengereman dinamis 225 kN
  • Kapasitas bahan bakar 3,800 liter
  • Waktu perawatan minimum 92 hari
  • Berat maksimal 108 mT
  • Beban gandar maksimum 18 mT
  • Ukuran rel 1,000 - 1,435 mm  


Wiji Nurhayat

Wiji Nurhayat - Blogger yang menyukai perkembangan perkeretaapian di Indonesia, maniak trading & investasi, serta badminton lover.

2 Komentar

Thanks for reading! Suka dengan artikel ini? Please link back artikel ini dengan sharing buttons di atas. Thank you.

  1. !. Kelihatannya hidung lebih pendek dibanding CC205 ex GM Canada, apa perbedaan hidung CC205 baru dan baru? 2. Apakah sdh dilengkapi dengan program control VVVF untuk traksi motor AC? Terima kasih.

    BalasHapus
  2. 1. Mengapa locomotive CC 205 tidak digunakan di p. Jawa khusus untuk relasi Bandung-Kroya-Surabaya. 2. Mengapa rail track Medan-Kisaran tidak dibuat double track dan ditingkatkan kualitas relnya. 3. Mengapa rail track Bandara Minangkabau-Padang tidak dibuat double track,untuk memudahkan KA bandara pp.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama