Penampakan Kursi Wah First Class Kereta Cepat Jakarta-Bandung


Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bakal beroperasi secara komersial pada 1 Oktober 2023 mendatang. Meski masyarakat bisa menjajal kereta ini pada 18 Agustus 2023 mendatang.

Seluruh persiapan terus dilakukan PT Kereta Cepat Indonesia - China (KCIC). Misalnya 11 sarana rangkaian kereta Electric Multiple Unit (EMU) bertipe CR400AF untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan 1 unit Comprehensive Inspection Train (CIT) atau kereta inspeksi.

Dengan kecepatan operasional yang mencapai lebih dari 350 km/jam, rangkaian EMU KCJB juga memiliki kemampuan untuk meminimalisasi getaran dan kebisingan. Baik itu yang berasal dari akselerasi kereta maupun yang bersumber dari luar sehingga penumpang bisa merasakan pengalaman bepergian dengan kereta cepat pertama di Asia Tenggara dengan kenyamanan yang tinggi.

Baca Artikel : Penampakan Kereta Cepat Jakarta Bandung Ngebut 303 Km/Jam

Baca Artikel : Siap-siap Rebutan Tiket! Nyobain Naik LRT Jabodebek Cuma Rp 1

Baca Artikel : Bisa Jalan Tanpa Masinis, Begini Tampang Kereta LRT Buatan RI



Meskipun di dalamnya tersemat teknologi modern, EMU Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga tetap memiliki muatan lokal. Hal ini dapat dilihat dari bentuknya yang terinspirasi dari Komodo sebagai hewan endemik Indonesia. Interiornya pun dilengkapi motif batik Megamendung sehingga perpaduan modern-tradisional dalam interior kereta semakin terasa.

Pada rangkaian EMU KCJB, terdapat beberapa kelas yang bisa dipilih penumpang. Diantaranya VIP Class, First Class, hingga Second Class. Dalam 1 rangkaian terdapat fasilitas tempat duduk hingga 601 penumpang. 



Dalam satu rangkaian KA Cepat terdiri dari 8 kereta dengan total panjang 208 meter yang memiliki tiga kelas pelayanan yaitu First Class di kereta 1 & 8, Business Class di kereta 7, dan sisanya adalah Premium Economy.

First Class memiliki 18 tempat duduk berwarna abu-abu dengan susunan 2-1, berbahan kursi faux leather, berbordir batik mega mendung. Business Class memiliki 28 tempat duduk berwarna merah dengan susunan 2-2, berbahan faux leather, bermotif laser cut batik mega mendung. Premium Economy memiliki 555 tempat duduk berwarna abu-abu dan biru dengan susunan 3-2, berbahan suede, bermotif printing batik mega mendung. 



Lalu, terdapat pula fasilitas Dining Car, fasilitas untuk difabel, Charging Port, sampai Luggage Storage.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat membocorkan tarif KCJB di kisaran Rp 250 ribu - Rp 350 ribu per penumpang tanpa subsidi.

"Rangenya Rp 250-350 ribu. Oh gak ada PSO. Fully komersial," ungkap Budi Karya di Stasiun Tegalluar, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (22/6/2023).

Wiji Nurhayat

Wiji Nurhayat - Blogger yang menyukai perkembangan perkeretaapian di Indonesia, maniak trading & investasi, serta badminton lover.

Posting Komentar

Thanks for reading! Suka dengan artikel ini? Please link back artikel ini dengan sharing buttons di atas. Thank you.

Lebih baru Lebih lama