INKA Tuntaskan Pesanan LRT Jabodebek, Punya Teknologi Bisa Bergerak Tanpa Masinis

 


PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah menyelesaikan seluruh produksi Light Rail Transit atau LRT Jabodebek. Ini ditandai dengan pelepasan trainset ke-31 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan secara daring dan Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan Zulfikri. 

LRT Jabodebek ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai kontrak pengadaan  Rp3,9 triliun ini ditandatangani sejak tanggal 18 Januari 2018 antara INKA dengan PT KAI (Persero). Adapun susunan satu trainset-nya berupa 6 kereta dengan 4 kereta berpenggerak (motor car-M dan Motor Car dilengkapi Cabin-MC) dan 2 kereta non tidak berpenggerak (trailer car-TC). 

Satu trainset tersebut dapat mengangkut 740 penumpang saat kondisi normal dan 1300 penumpang saat kondisi okupansi maksimum.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan moda transportasi massal LRT Jabodebek bakal menggunakan teknologi tinggi yakni Grade of Automation (GOA) level tiga. Melalui teknologi itu, kereta akan dioperasikan tanpa masinis.

Luhut mengatakan, LRT tersebut akan menghubungkan beberapa kota, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) masih terus dipercepat pembangunannya. Diproyeksikan LRT dapat beroperasi mulai Agustus tahun 2022.

Baca Juga: LRT Jabodebek Bisa Bergerak Tanpa Masinis dengan Pakai Teknologi Ini

Baca Juga: Duh, Jadi Tak Sabar Naik LRT Jabodebek yang Beroperasi Pertengahan 2022

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Keren sih tapi Anggaran Bengkak Terus, Ini Analisisnya



LRT Jabodebek Punya Teknologi Bisa Bergerak Tanpa Masinis/Dok: KAI


“Penggunaan sistem GOA yang sudah terstandarisasi secara internasional dan teruji keamanannya menandakan bahwa kita adalah bangsa yang mampu menyelesaikan masalahnya, dalam hal ini terkait isu transportasi. Kita punya fighting spirit,” kata Luhut melalui keterangannya, dikutip, Jumat (15/10/2021).

Menurut dia, teknologi tersebut memungkinkan kereta dapat dioperasikan melalui sistem komputer secara otomatis dan realtime sehingga tidak memerlukan masinis. Kondisi tersebut memerlukan banyak hal yang diperhatikan lebih detail, termasuk aspek penting dalam menjamin keselamatan dan pelayanan LRT Jabodebek nantinya.

Dengan adanya inovasi itu, Luhut mengaku bangga lantaran Indonesia bisa memiliki moda transportasi massal berteknologi canggih. Adapun kereta itu tercipta dari kerja sama antara Kementerian Perhubungan, KAI, PT LRT, INKA, PT LEN Industri, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“Terus jaga solidaritas dan semangat dalam pengujian LRT selanjutnya, karena tantangannya akan memiliki kesulitan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengungkapkan progress LRT Jabodebek paling cepat ada di lintas Cibubur-Cawang dengan pengerjaan yang sudah mencapai 98 persen. Saat ini jalur tersebut juga sering digunakan untuk melakukan uji kereta.

Sebanyak 31 trainset alias rangkaian kereta LRT Jabodebek sudah dikirimkan semuanya ke Jakarta dari Pabrik INKA di Madiun. Satu trainset sendiri terdiri dari enam gerbong.

"LRT Jabodebek ini menggunakan teknologi operasi yang canggih dengan teknologi kereta api yang ada di Indonesia sebelumnya," ucapnya.

Wiji Nurhayat

Wiji Nurhayat - Blogger yang menyukai perkembangan perkeretaapian di Indonesia, maniak trading & investasi, serta badminton lover.

1 Komentar

Thanks for reading! Suka dengan artikel ini? Please link back artikel ini dengan sharing buttons di atas. Thank you.

  1. Sukses untuk LRT Jabodebek, kiranya memajukan dunia perkereta apian Indonesia. Diawali dgn teknologi canggih ini kiranya berdampak positif bagi dunia transportasi kereta api. Kita tunggu peluncuran nya

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama